The Journey of My Wed

PERNIKAHAN adalah sesuatu yang sakral bagi semua orang. Bahkan bagi beberapa orang menginginkan pernikahannya bisa menjadi peristiwa yang spesial dan bisa menjadi kenangan terindah dalam hidupnya *begitu pula dengan diriku 😀. Sampai-sampai aku membeli begitu banyak majalah yang berhubungan dengan wedding *dan sekarang majalah itu cuma jadi pajangan. Sebagai wanita yang perfeksionis, aku sangat mendambakan pernikahan yang bener-bener perfect dan tanpa cacat sedikitpun. Tapi akhirnya tetep aja ada sedikit kekeliruan yang tidak diinginkan tapi gak kliatan sama orang lain. Whats that? Just go on reading this post. This post is dedicated to everyone that is still preparing their wed. Hope this post can inspire you. So lets get started to “My Wed Journey”..

l.a.m.a.r.a.n (250109)
Apa itu lamaran? Lamaran itu pihak cowok menemui keluarga pihak cewek untuk meminta sang gadis (yang akan dilamar) untuk dinikahi. Pihak cowok datang dengan membawa berbagai macam makanan, seperti kue-kue, makanan khas asal kota pihak cowok, buah-buahan dan banyak lagi. Yang selanjutnya makanan itu dibagi-bagikan kepada para tetangga dan sanak saudara dari pihak cewek sebagai penyampaian kabar berita bahwa sang gadis sudah dilamar. Dan pada acara tersebut diteruskan dengan rapat kedua keluarga untuk menentukan tanggal pernikahan. That’s it, bisa disimpulkan bahwa lamaran adalah tahap awal dari sebuah pernikahan.

Ini suguhan saat acara lamaran, beginilah adat orang Jawa. Entah apa aja nama dari makanan itu, aku tetep gak tau :oops:.

p.r.a.p.e.r.n.i.k.a.h.a.n
Yaps, inilah acara ribet-ribet dari kedua calon mempelai dan keluarga. Time to prepare undangan, souvenir, cincin, gedung, catering, perias, dekorasi, pakaian, photographer. Oh banyak banget yang musti disiapin, dan semuanya musti pake duit, hufh.. Saat-saat seperti ini adalah saat-saat kepala serasa mau pecah, tapi tetep enjoy dengan keribetannya.

cincin
Cincin pernikahan waktu itu kami pesan di Sherly sang empunya Soulmate Wedding Ring. Tempat ini aku dapet dari milisnya weddingku[dot]com. Itu juga setelah ber-googling ria mencari-cari tempat pembuatan wedding ring yang murah, bagus n recomended. Buat ketemuan sama si Sherly musti janjian dulu lewat telpon. Karena terkadang dia ada di tokonya sendiri dan terkadang di toko ortunya. Bahkan Sherly bisa menerima tamu di rumahnya. Tapi waktu itu kami janjian di tokonya yang dulu di PGJ (Pusat Grosir Jatinegara) *sekarang sudah pindah ke MAG (Mall Artha Gading). Dengan semangat 45, pagi-pagi aku dan calon suamiku datang ke PGJ (lupa hari apa waktu itu) dengan sudah mempunyai bayangan akan memesan cincin seperti apa. Begitu bertemu dengan Sherly dan suaminya, berkenalan sebentar , lalu kami diperlihatkan contoh-contoh cincinnya. WOW! terkejutlah kami. Bagus-bagus banget. Dan buyarlah angan-angan model cincin yang telah ada di benakku *bagusan punya si Sherly 😀. Bagiku model cincinnya yang penting simple dan harus tebal. Akhirnya jatuhlah pilihan kami pada satu cincin yang berbentuk seperti kotak. Aku memesan cincin berbahan emas putih dengan satu mata berlian, sedangkan calon suamiku memesan cincin berbahan paladium tanpa mata berlian.

undangan & souvenir
This is one of my favorite part :D. Sebelumnya cari-cari inspirasi bentuk undangan yang belum pernah dipake orang tapi tetep dengan budget murah, karena kalo undangan biasanya dibaca trus dibuang. Nah kalo untuk souvenir pengennya yang bener-bener dipake sama orang, yang gak cuma jadi pajangan di rumahnya. Akhirnya menemukan sudah bentuk undangan dan souvenir yang aku mau. Abis itu barulah cari vendor yang bisa bikin dengan bagus dan pastinya murah. Setelah ber-googling ria *gak jauh-jauh dari om google ya daritadi, ketemulah sama RSCard Souvenir. Niatnya disini cuma mau bikin souvenir aja, tapi setelah melihat contoh-contoh undangan yang mereka bikin, akhirnya bikin disitu juga deh undangannya. Waktu itu sempet salah undangannya, jadi dibikin ulang sama mereka *untunglah mereka bertanggungjawab. Lumayan musti cerewet juga siy masalah undangan, tapi Alhamdulillah jadinya bagus.

Ini hasil jadi undangan dan tempatnya

Undangan posisi dibuka

Souvenir dengan gambar perjalanan kami

baju pengatin
Disinilah peran-peran majalah wedding-ku terpakai. Dari baju akadku sampai baju resepsi, aku mencari referensi dari majalah-majalahku. Bahkan baju-baju seragam orang tua, pager ayu dan lain-lain juga berasal dari majalah-majalahku. Tentunya semuanya dengan sedikit kombinasi dari ide-ide aku. Untuk baju akadku dibuat oleh temanku Wulan. Gratis pula :D. Temanku yang satu itu punya butik keluarga di rumahnya Jogja. Dan untuk baju resepsi dibuat oleh penjahit langganan di Pekalongan. Semua hasilnya memuaskan, sesuai dengan request.

Baju akad hasil karya Wulan

Baju resepsi hasil karya penjahit dari Pekalongan

gedung
Tempat resepsi, as my wish, kami menyewa di Hotel Jayadipa Pekalongan. Hotel itu punya teman baik papa, jadi dapet special price dan juga dapet free room yang paling gede untuk semalam. Wah senangnyaaaa…. Yaps anggaplah sebagai tempat hanimun kecil-kecilan karena cuma dapet cuti 3 hari dari kantor *menyedihkan.

perias, dekorasi, photographer
Untuk perias, dekorasi dan photographer, aku serahkan pada mama tercinta. Mama punya teman baik yang benar-benar ahli dalam hal itu. Yah, namanya Hengky Production. Semua dekorasi di rumah sampai gedung diurus oleh mereka. Bahkan jalannya acara pun sudah diatur, jadi kami tinggal ngikutin aja. Bahkan kami dapet special price dan juga beberapa bagian FREE of CHARGE 😀 *itulah gunanya teman baik.

Dekorasi (semuanya pake bunga hidup :D)

catering
Yang ini juga bagian mama. Pas banget si tetangga sebelah rumah punya catering. Jadilah kami memesan disana. Tentunya dengan menu ala kami (pilihan menu hasil nonton acara masak di tipi dan juga hasil mengarang sendiri). Kalo dalam hal menu tentunya harus dicocokkan dengan lidah tamu yang kita undang, jadi bukan berdasarkan selera sang tuan rumah. Kan belum tentu juga sang tuan rumah doyan, tamunya juga doyan.

p.e.r.n.i.k.a.h.a.n (080809)
The day was coming. Semua persiapan untuk acara yang tadinya pengen se-perfect mungkin, pas hari H nya udah pasrah aja. Karena udah gak pengen pusing lagi. Pengen menikmati tiap detik acaranya aja. Waktu mau akad, keluarga pihak cowok dateng ke pihak cewek dengan menyerahkan seserahan (baju, tas, sepatu, make up, alat sholat, dan masih banyak lagi) dan juga maharnya. Blanja-blanja tempat seserahannya waktu itu di stasiun cikini. Komplit dah disitu, tapi tetep harus pinter nawar ya :D. Kalo barang-barang seserahan kebanyakan aku beli sendiri, calon suami tinggal ngasih duit aja ke aku nya, biar tetep kepake. Kalo pilihan cowok kan belum tentu sama seleranya.
Alhamdulillah akadnya lancar jaya, gak pake diulang dan tamu-tamu yang diundang pas resepsi banyak datang, sisa makanan juga sedikit. Pas untuk menjamu tamu-tamu yang dateng ke rumah, karena gak sempet dateng ke gedung. Oh, rasanya lega banget. Kalo inget stres-stresnya berasa aneh. Perasaan stres-stres-annya lama banget (berhari-hari bahkan berbulan-bulan) buat ngurusin acara yang cuma beberapa jam ini. Hihi.. tapi tetep puas. So, its time to enjoy our FREE ROOM :D.

Mahar

OK, that’s the journey of my wed. What’s yours???
Buat yang mau nikah, semoga ini bisa jadi inspirasi. Nikmati aja ke-stres-an buat ngurusin persiapannya demi hasil yang memuaskan :D.
Buat yang belum nikah, buruan menikah :mrgreen:.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: